
24.06.2009 - 12.00am - Alamanda
Age in years | 24.76 |
Age in months | 297 |
Age in days | 9038 |
Age in hours | 216916 |
Age in minutes | 13014957 |
Age in seconds | 780897431 |
Age in Milli seconds | 78089743082 |
Age in weeks | 63267 |
You born on | Tuesday |
* Suave and compromising | |||
* Careful, cautious and organized | |||
* Likes to point out people's mistakes | |||
* Likes to criticize | |||
* Quiet but able to talk well | |||
* Calm and cool | |||
* Kind and sympathetic | |||
* Concerned and detailed | |||
* Trustworthy, loyal and honest | |||
* Does work well | |||
* Sensitive | |||
* Thinking | |||
* Good memory | |||
* Clever and knowledgeable | |||
* Loves to look for information | |||
* Must control oneself when criticizing | |||
* Able to motivate oneself | |||
* Understanding | |||
* Secretive | |||
* Loves sports, leisure and traveling | |||
* Hardly shows emotions | |||
* Tends to bottle up feelings |
SATU SUARA
Mengapa kita berbeza
Ku tahu hatimu dipolusi benci
Kita harus bersama
Aku, kau mereka, memahami, kompromi
Kita satu komuniti, satu arah destinasi
Hey generasi muda, usah kau bersendiri
Kita punya satu hati, satu cita satu jiwa
Kau aku dan mereka, kita satu nama
Dengan satu suara,
kita serupa, walau berbeza
Genggam semangat waja
Dan langkah bersama
Dalam rentak padu yang sama
Di sudut termenung jauh
Mengenangkan nasib kita
Kita miliki separuh
Berbentuk hati cinta namanya
Walau kau jauh
Ku sentiasa menunggumu
Inginku imbas kembali memori
Walau kau jauh
Ku berjanji kan terus tunggu
Dipisah lautan biru
Ku mahu kau tahu
Aku kan terus menunggu
Jaga benar gambarku dalam telefon bimbitmu
Jangan pernah sekali kau buang
Seperti cinta ini yang terbuku
Akan bersemi jua
Terus menunggu
Kita kan bersatu
Terus menunggu
Ku mahu kau tahu
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena sangat terkenal bernama Kafan
Wangian ditaburkan kebaju Kita...
Bahagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah longlai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin......
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan. . yang telah tiba duluan
Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian,
Tuk mem pertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama yang indah atau meresahkan..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Sang Malaikat lalu bertanya.
Kita tak tahu apakah akan mem peroleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan mem peroleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....